INTERNATIONAL

Paus Desak UE Tidak Mengirim Balik Migran yang Diselamatkan

Jakarta, suarapembaruan.news – Paus Fransiskus pada hari Minggu (24/10/2021) meminta Pemerintah Italia menghentikan pengiriman kembali migran yang diselamatkan di laut ke Libya dan ‘negara-negara tidak aman’ lain, yang menyebabkan migran menderita ‘kekerasan sangat tak manusiawi’.Paus Fransiskus mendesak negara-negara Uni Eropa (UE) untuk menawarkan kemungkinan migran turun dari kapal penyelamat di pelabuhan yang aman, dan menjamin migran mendapatkan pilihan lain selain penahanan seperti selama ini, serta pemberian akses ke suaka.

“Saya sampaikan perasaan kedekatan saya dengan ribuan migran, pengungsi, dan lainnya, yang membutuhkan perlindungan di Libya,” kata Paus Fransiskus setelah menaikkan doa Angelus-nya di Lapangan Santo Petrus di Vatikan.

Paus meminta pemerintah di negara-negara Eropa menepati janji yang sudah mereka buat untuk membantu penderitaan migran, “Begitu banyak dari pria, wanita, dan anak-anak ini menjadi sasaran kekerasan yang tidak manusiawi. Saya tidak pernah melupakan Anda (migran, Red), saya mendengar tangisan Anda, dan saya berdoa untuk Anda,” ungkap Paus Fransiskus.

Baca Juga :  Hadiri COP 26 Glasgow, PT Freeport Indonesia Tegaskan Mengurangi 30% Emisi Gas Rumah Kaca

Paus juga mendesak masyarakat internasional ‘menepati janji mereka’ dan menemukan cara konkret  mengelola arus migrasi di Libya, dan semua wilayah Mediterania.

Selama bertahun-tahun, UE telah membiayai dan melengkapi penjaga pantai Libya untuk mencegat para migran yang menuju Eropa dengan kapal darurat, dan menempatkan mereka di pusat-pusat penahanan.

Paus menyampaikan permohonannya ketika lebih dari 400 migran di atas kapal penyelamat Jerman Sea-Watch 3 mendapat dengan selamat selama akhir pekan lalu ke pelabuhan Pozzallo di Sisilia, setelah Italia mengizinkan berlabuh. Para migran diselamatkan di lepas pantai Libya di Laut Mediterania.

Italia dan perbatasan timur Uni Eropa dengan Belarus mengalami lonjakan kedatangan migran.

Juga pada hari Minggu, hotline penyelamatan migran Alarm Phone mengatakan dua perahu karet di Mediterania, yang masing-masing membawa 60 dan 68 orang, memerlukan intervensi segera.

Baca Juga :  JK Terima Penghargaan Tertinggi Jepang

Kapal penyelamat Aita Mari Spanyol, yang membawa lebih dari 100 migran, juga mencari tempat berlabuh.

Doctors Without Borders (MSF) mengatakan kapal amal Geo Barents telah menyelamatkan 95 orang lagi pada Sabtu (23/10) malam, sehingga total migran yang diselamatkan menjadi 296 orang.

“Kami melakukan intervensi sebelum orang-orang ini dipaksa untuk kembali mengalami kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi di Libya,” cuit MSF.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan kepada parlemen pada hari Rabu pekan lalu, kedatangan migran ke Italia dari Mediterania berlipat ganda tahun ini menjadi 50.500, meningkat pesat jika dibandingkan 26.000 orang pada periode yang sama tahun lalu. Setidaknya 1.106 orang tewas tahun ini dalam upaya penyeberangan, katanya. (DW News/AP/AFP/EPD/at)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button