EKONOMI

17 Tahun Starcross – Survive di Pasar Industry Kreatif

YOGYAKARTA memang pantas disebut sebagai Kota Kreatif. Berdasar data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, 40 persen industri kreatif di Yogyakarta  terletak pada sektor pangan dan minuman, disusul kerajinan sebesar 19 persen, dan sektor-sektor industri kreatif lainnya misalnya desain produk, film dan animasi, kriya, fashion, serta game dan aplikasi dengan melibatkan sekitar 90 ribu unit IKM di Yogyakarta.

Salah satu brand clothing lokal, yang kehadirannya cukup bisa diperhitungkan, ‘Starcross’ pun telah merambah pasar internasional.

Kini, ‘Starcross’ telah berusia -17 Tahun, dan mampu survive di pasar industry kreatif ‘orang muda’.

Sang owner, Weimpy Adhari yang akrab disapa Tebong, mengisahkan kalau usaha distro yang dirintis mulai 2004,  masih kuat bertahan dan bersaing dengan berbagai brand baru bahkan mampu menunjukkan eksistensinya hingga ke dunia internasional.

Weimpy mengatakan Starcross saat ini sudah memiliki lebih dari 80 outlet distribusi di Indonesia, sebagian bekerjasama dengan agen distro. Starcross tidak hanya memproduksi kaos, namun juga kemeja, topi, sepatu, tas yang 75 persen untuk anak muda.

Pria kelahiran Bangka Belitung 37  tahun lalu ini selalu berinovasi dalam produknya, termasuk mencari ‘selah’ dengan brand-brand yang sudah mapan.

“Kita bersaing dengan brand asing yang masuk ke Indonesia, namun tetap bersinergi dengan brand lokal,” ujarnya saat perayaan 17 Tahun Starcross, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga :  Setoran PBBKB Meningkat, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Terima Penghargaan dari Pemprov PB

Bisnis yang dimulai dari ‘coba-coba’ saat masih kuliah, saat ini justru bisa ‘menghidupi’ banyak orang, baik tim kreatif, hingga tim teknis lainnya.

Mengambil tema ‘Youth Has No End’ Starcross 17th Anniversary, aneka gelaran dilakukan hingga Desember nanti.

Weimpy Adhari alias Tebong, sadar bahwa industri kreatif tidak akan mampu berdiri sendiri, karena itu dia melibatkan berbagai komunitas yang tumbuh pesat di Yogyakarta, seperti komunitas skateboard, longboard, musik, seni instalasi, seni lukis, hingga produk grafis untuk menggelar event.

Starcross adalah bagian dari perubahan dan ekosistem kreatifitas. Karena itu, lanjut Tebong, Starcross juga mau dan ikut bertanggung-jawab, dengan mengangkat tema ‘Youth Has No End’, yang bermakna sebagai tanda bahwa ‘sudah mandiri dan tahu apa yang akan dipilih’.

“Kami harus bisa merasa menjadi bagian dari orang lain dengan tingkat kepedulian yang tinggi,” ujarnya.

Diwujudkan dalam rangkaian Challege yang sudah dimulai sejak awal bulan September lalu, siapapun boleh terlibat misalnya dalam Custom Identity, Starcross memberi tantangan

membuat video berdurasi maksimal 60 detik (melakukan hal-hal kreatid yang disukai).

Do It Your Wild, audience merespon “BEAT” yang disediakan team dengan sekreatif mungkin (menyanyi, alat musik, dll). Wild Creativity, menkresikan video berdurasi maksimal 60 detik (melakukan hal-hal kretif yang mereka sukai) dan masih  banyak tantangan lain, termasuk Wild Remix, Fun Games, sebuah kompetisi skateboard yang akan diselenggarakan di Starcross Homebase, di mana diikuti oleh skateboarder Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Juga :  Budiwan Tamar : Kendaraan Lebih Muatan Bongkar

Juga digelar exhibition, pameran karya para pemenang challenge yang diadakan sebelumnya oleh Starcross. Nantinya karya-karya tersebut akan dilelang dan hasilnya akan disumbangkan.

Sementara Product Collaboration, Starcross, membentuk sebuah kolaborasi dengan Brand Lokal lain di dalam industri yang sama dan dengan semangat yang sama pula, untuk membentuk ekosistem dan komitmen di industri ini, bersama brand CAPSLOCK LTD (Bandung), CROOZ ID (Jakarta), FAMILIAS (Yogyakarta), INSPIRED27 (Malang), MATERNAL DISASTER (Bandung), SAINT BARKLEY (Bandung), SLACKERS CO (Yogyakarta), SLASHROCK (Bali), dan THANKSINSOMNIA (Tangerang), untuk meluncurkan sebuah Limited Edition Collection bertemakan “Youth Has No End”.

Tebong berharap, dengan 17th Anniversary Starcross dan segenap aktivasi ‘Youth Has No End’,  bisa menjadi sebuah trigger kepada ‘orang muda’  yang bergerak di industri Clothing Line untuk kembali saling support antar Brand maupun dengan komunitas lokal yang ada sehingga bisa saling tumbuh dan berkembang bersama. (SPnews/Fuska Sani Evani)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button