OLAHRAGA

Raih Gelar Fide Master, Eka Putra Wirya : Aditya Pecatur Masa Depan Indonesia

Jakarta, suarapembaruan.news – Sukses besar yang diraih pecatur berbakat, Arfan Aditya Bagus (2235) 15 tahun pada turnamen catur SCUA Fide Rated 12 -16 Januari 2022 lalu di markas sekolah catur Utut Adianto (SCUA) mengantar pecatur asal Bekasi ini menjadi pecatur yang diplot menjadi pecatur masa depan Indonesia untuk masa yang akan datang.

Dalam turnamen catur SCUA Fide Rated itu, Adit, demikian ia biasa dipanggil meraih dua gelar. Pertama ia meraih gelar juara SCUA Fide Master.

Kedua ia meraih gelar Fide Master (FM). Bila sebelumnya ia masih berstatus sebagai Candidat Master (CM) dengan elorating 2235, sekarang usai kemenangan dengan 9 poin penuh dari sembilan babak itu ia meraih 84.4 poin sehingga bila ditambahkan maka Adit mendapatkan elorating baru untuk FM nya adalah 2319 (untuk gelar FM seorang pecatur harus mendapatkan elorating 2300-red).

Atas kemenangan Aditiya tersebut Dewan Pembina PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), Ir Eka Putra Wirya, menyatakan Aditya adalah pecatur masa depan Indonesia. Dalam wawancara dengan TVRI beberapa waktu lalu, Eka Putra Wirya, mengatakan, apa yang diraih Aditya sesuatu yang luar biasa. Ada dua hal, kata Eka Putra Wirya, membuat Aditya luar biasa.

Baca Juga :  Tim Gulat DKI Targetkan Satu Medali EmasĀ 

Pertama, ia meraih poin penuh 9 dari sembilan babak dalam turnamen itu. Ini luar biasa. Jarang sekali pecatur bisa meraih poin penuh seperti Aditya. Namun pecatur asal Bekasi ini mampu membuktikan kehebatannya dalam turnamen itu. Turnamen SCUA Fide Rated kemarin itu, kata Eka Putra Wiarya adalah turnamen yang selain luar biasa juga istimewa.

Istimewa karena dalam turnamen kemarin itu pesertanya terdiri dari lintas generasi, juga lintas kemampuan, tetapi Aditya mampu mengalahkan pemain-peman hebat.

Ada pemain yang pernah menjadi juara nasional seperti Sadikin The Irwanto (2280) dan FM Gunawan Johan (2113). Bahkan di babak terakhir 9, Aditya mengalahkan Irwanto Sadikin di langka ke-30 setelah Sadikit sedikit nervous hingga blunder Atas sukses mengalahkan lawan- istimewa lainnya adalah hasil dari turnamen itu, pecatur bisa meningkatkan eloratingnya bila mencatat kemenangan berarti.

Baca Juga :  Prosesi Pelepasan Pegulat DKI Ke PON XX Papua Berlangsung Hikmat

Ketua Bidang Kepelatihan PB Percasi, WIM Lisa Karlina Lumondong, mengatakan suasana pertandingan dalam turnamen itu agak berbeda dari biasanya. Kalau dalam turnamen lain (catur kilat dan lain-lain) pecatur agak santai, dan ingin cepat selesai dengan kesepatan remis, sekarang ini pecatur muda (remaja) maupun pecatur tua tetap mau menang (tidak mau kalah) karena dipicu oleh keinginan menaikkan eloratingnya.

Itulah kelebihan dari turnamen catur klasik Fide Rated seperti ini kata Lisa Karlina Lumondong.

Apresiasi SCUA

Berkaitan dengan turnamen SCUA Fide Rated yang baru lalu para pembina catur SCUA mengadakan pemberian apresiasi terhadap para pecatur pemenang dalam turnamen itu. Acara tersebut diberi tema : SCUA Awards, Who Is The Winner for 52 Arards yang diadakan secara online pada Minggu, 23 Januari 2022 di sekolah catur Utut Adianto Pusat Bekasi.

Hadir dalam acara itu Gusman Band, pembawa acara yang adalah Humas PB Percasi, Sonny Tulung, dan acara dibawahkan oleh pecatur nasional Chelsie Monica dari SCUA. (SPnews/Mike Wangge)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button