LIFESTYLE

Dari Hobby lahirkan Startup Hobikoe

Jual Beli Barang Antik & Hobi No. 1 di Indonesia

BERMULA dari membludaknya anggota Whatsapp grup komunitas jual-beli barang antik, Mukhammad Washar Wasesa (39), mendirikan platform digital (startup) jual-beli khusus barang antik bernama Hobikoe.

Startup tersebut disebut sebagai yang pertama di Indonesia, bahkan di tingkat Asia Tenggara, dan ditujukan sebagai e-commerce segmented.

Mukhammad Washar Wasesa atau yang akrab disapa Wesa, menjabarkan kalau Hobikoe memiliki misi menjadi satu-satunya media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia dengan cara: Membangun kolaborasi pecinta barang antik se Indonesia, membangun basis data kolektor dan koleksi barang antik seluruh Indonesia, menjadi de-facto penguasa media transaksi barang seni, koleksi dan antik se Indonesia Go international, ekspansi ke Asia.

Terbukti dengan 5000 pengunduh, maka benarlah kalau dalam laporan Startup Ranking tahun 2022, Indonesia disebut menjadi 10 besar negara dengan jumlah perusahaan rintisan (startup) terbanyak di dunia.

Tercatat, 2.346 startup dalam negeri, yang menempatkan Indonesia di urutan kelima terbanyak di dunia, dan startup asal Indonesia menjadi yang terbanyak di Asia Tenggara.

Sedang Yogyakarta, menurut data Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), berada di urutan ke-5, setelah Malang dengan 115 startup, Bandung 93 startup, dan Yogyakarta 85 startup.

Hobikoe, yang digawangi PT Djaya Dipa Indonesia ini, telah resmi berbadan hukum dan peraturan perundang-undangan negara kesatuan republik Indonesia, berdasarkan akta Nomor 4 tanggal 3 November 2020 dan telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Keputusan Nomor AHU- 0063774.AH.01.01 Tahun 2020.

Baca Juga :  Waduh! Cerai Di Palembang 300 Pasang Sebulan

Sebagai Ketua Indonesia Antique Community, sebuah komunitas yang menaungi banyak komunitas jual beli barang antik, dan Ketua Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) Jawa Tengah dan DIY, dengan sekitar 35 jenis koleksi barang antik, Wesa, CEO Founder Hobikoe, kelahiran Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 23 Juli 1983, yang hijrah ke Yogyakata pada tahun 2006 ini, ingin menggabungkan hobby dengan bisnis berbasis teknologi.

Sebagai platform digital satu- satunya di Indonesia yang menawarkan berbagai jasa dan memfasilitasi berbagai bentuk transaksi antara para anggotanya, Hobikoe telah membukukan transaksi sebesar Rp 1 Miliyar dalam setahun dengan nilai pertumbuhan google analitik yang naik 15%.

Percaya diri dengan jumlah pengunduh aplikasi mencapai 5.000, Hobikoe, hadir sebagai media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia, dengan arah (market capacity) – Pengguna Transaksi Mata uang Digital, Blokchain , NFT- Super collector dunia, – Galery Seni dan koleksi Indonesia & Asia, – Pasar barang antik Indonesia & Asia,- Gallery barang antik Indonesia & Asia, – Rumah lelang barang antik Indonesia & Asia, – Pegadaian barang antik, koleksi dan seni Indonesia & Asia.

Baca Juga :  Kata Pakar UGM : Kopi Potensial Cegah Paparan Covid-19

Sebagai pengusaha yang sudah telah merasakan asam-garam di dunia bisnis, Wesa secara jeli melihat potensi atau ruang penjualan online ini sebagai salah satu jawaban atas kebutuha dunia hobby, khususnya bagaimana para pengguna terlayani oleh Collection Management System, Solusi Cloud Collection Management System yang aman dan terenkripsi.

Ke depannya, Wesa, yang sukses dengan bisnis percetakan, dan mulai 24 Januari 2020 mendirikan Hobikoe, untuk menjawab persoalan jual beli barang antik, vintage, dan temuan secara online, tidak akan berhenti dengan apa yang sudah dibangunnya. Melalui platform ini, akan diciptakan iklim dan system Lelang dengan management yang mumpuni seperti kurasi, Appraisal, Trading and Auction, Layanan Uang Digital, NFT dan Blokchain dengan misi mengubah lanskap pembayaran yang pernah terjadi sebelumnya.

Dan tentunya dengan langkah yakin, aplikasi ini telah tersedia di Playstore, diharapkan Indonesia, khususnya, Yogyakarta yang dijadikan homebase, mampu menjadi episentrum industri kreatif.

Mukhammad Washar Wasesa dengan barang koleksinya.

Dengan tagline “make your history with your hobby”, Buat sejarahmu dengan hobimu, Hobikoe mengajak dan mengedukasi masyarakat tentang cara menghargai benda-benda antik yg bernilai tinggi, disamping edukasi tentang sejarahnya juga untuk merawat warisan sejarahnya. (SPnew/Fuska Sani Evani)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button