NASIONAL

Pemerintah Upayakan Percepatan E-Catalog Lokal

Pameran The 7 th Government Procurement Forum and Expo

Yogyakarta, suarapembaruan.news – Pemerintah telah membekukan sebanyak 11.688 produk impor yang telah tersubtitusi produk dalam negeri. Sehingga dengan demikian, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas menegaskan bahwa pengusaha lokal punya kesempatan untuk ikut masuk dalam E-Catalog.

“Apalagi pemerintah kini punya E-Catalog lokal di mana kabupaten/kota bisa ikut serta. Kemudian perusahaan tidak perlu khawatir dihutang oleh daerah karena ada kartu kredit Pemkab,” terangnya, usai berbicara dalam pembukaan Pameran The 7 th Government Procurement Forum and Expo (GPFE) 2022 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) DI Yogyakarta, Rabu (20/07/2022).

Azwar Anas menyampaikan, pemerintah mencanangkan target 1 juta peserta E-Catalog untuk pengadaan barang dan jasa, sesuai dengan arahan Presiden RI, Ir Joko Widodo yang berdasar kepada atau diprioritaskan pada produk UMKM dan Koperasi.

“Pemerintah terus berusaha menguatkan sistem pengadaan barang dan jasa, sesuai arah presiden terkait penggunaan produk dalam negeri bisa mendapatkan porsi besar terutama untuk UMKM dan Koperasi,” ungkap Azwar Anas.

Diketahui, berdasar data LKPP, urutan Provinsi yang berhasil melakukan percepatan jumlah pengusaha E-Catalog, yakni Jawa Timur Peringkat 10.555, DKI Jakarta 9.623, Sumatera Utara 6.413, Jawa Barat 6.425, Aceh 2.686, DIY 1.789, Jawa Tengah 1.741, Bali 1.266, Lampung 849, Maluku Utara 582, Banten 499, Sumatera Barat 352, Sulawesi Selatan 446, Nusa Tenggara Timur 257 dan Kepulauan Riau 264.

Baca Juga :  Khofifah Turun Tangan Tangani Banjir Bandang Kota Batu

Disebutkan Azwar Anas, pemerintah menaruh perhatian besar pada percepatan E-Catalog tersebut karena mucul laporan bahwa Alkes (alat Kesehatan) yang tertera di E-Catalog lebih mahal dibandingkan yang dijual di luar untuk swasta. “Siapa yang menemukan lebih mahal, silahkan melapor pada LKPP. Negara memiliki potensi belanja Rp 1100 trilyun dari APBN yang harapannya bisa ditangkap oleh perusahaan dalam negeri dengan produk-produk anak bangsa,” ujar Azwar.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Fery Agung Corindotama (FERACO) selaku Ketua Penyelenggara GPFE 2022, Moch Ruslim mengatakan, tercatat 2.500 peserta seminar dan pengunjung dari berbagai stakeholder dan ahli pengadaan yang berperan langsung dalam Proses PBJ (Pengadaan barang/Jasa)  dikalangan pemerintah hadir yang hadir dalam forum nasional pengadaan barang dan jasa (PBJ) terbesar di Indonesia.

Gelaran 7th GPFE 2022 diselenggarakan beriringan dengan The 3rd Hospital Procurement Forum and Expo (HPFE), dan seluruh kegiatan diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE).

Baca Juga :  PMI Kembangkan Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Daerah, Klinik PMI di Jambi Resmi Beroperasi

Dengan Tema Indonesia’s Economic Recovery: Accelerating Procurement Process through Collaborative Measures, Developments of e-Catalogs and Domestic Innovative Products, rangkaian Seminar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Rumah Sakit, diampu oleh berbagai narasumber ahli di bidang pengadaan.

“Beberapa diantaranya yaitu: Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Abdullah Azwar Anas, S.Pd, S.S, M.Si sebagai keynote speaker, Dr. Ir. Roni Dwi Susanto, M.Si dari Kementerian PPN/BAPPENAS RI, Ir. Ikak Gayuh Patriastomo, M.Sp, Praktisi Senior Pengadaan Indonesia dan berbagai pakar pengadaan Indonesia lainnya,” sebutnya.

Peserta seminar dan pengunjung forum dan expo ini berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pejabat pengadaan yang ada di K/L/PD (Kementerian, Lembaga, dan Perangkat Daerah) yang meliputi instansi pemerintah tingkat pusat, Provinsi, Kabupaten maupun Kota, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi Negeri, Badan Layanan Umum serta asosiasi pengadaan seluruh Indonesia.

“Harapannya, kegiatan ini bisa maksimal mempertemukan antara seller dan buyer di bidang pengadaan barang dan jasa. Event GPFE dan HPFE ini kami harapkan bisa mendukung LKPP untuk mempercepat tercapainya target LKPP 1 Juta peserta E-Catalog,” ungkapnya. (SPnews/FSE)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button