REGIONAL

Jatim Perkuat Sebagai Provinsi Lumbung Pangan Nasional

Kediri, suarapembaruan.news – Provinsi Jawa Timur, merupakan Lumbung Pangan Nasional. Pada Tahun 2020 dan 2021, menghasilkan produksi padi Nomor Satu Nasional, sebesar 9,94 Juta Ton gabah kering giling (GKG).

Di samping itu, provinsi berkontribusi Nomor Satu Nasional, untuk komoditas Jagung, Cabe rawit, Bawang Merah, Mangga, Pisang, dan Mawar.

Demikian pula untuk komoditas pangan lain yang meliputi sapi potong, sapi perah, ayam petelur, daging, telur, susu, gula kristal tebu, tembakau dan garam yang juga merupakan Nomor 1 Nasional.

Jawa Timur juga merupakan eksportir tertinggi Nasional untuk komoditas perikanan meliputi tuna, cakalang, tongkol dan udang.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersyukur, capaian produksi padi Jatim tercatat terbesar secara nasional, diikuti naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) di Jatim.

Baca Juga :  4.500 Personil Amankan Nataru di Makassar

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dirilis pada 1 September 2022, NTP Jawa Timur pada bulan Agustus 2022 naik dari bulan sebelumnya sebesar 0,66 persen yaitu dari 102,66 menjadi 103,33.

Sementara perkembangan NTP bulan Agustus 2022 (year-on-year) juga mengalami kenaikan sebesar 3,27 persen yaitu dari 100,06 menjadi 103,33.

“Dengan meningkatnya NTP, maka saya yakin bahwa kesejahteraan petani di pedesaan juga meningkat pula. Terima kasih para petani se-Jatim atas peran besarnya,” ujar Khofifah, di sela-sela kegiatannya di Kota Kediri, Minggu (16/10/2022).

Hari Pangan

Baca Juga :  Susah Signal, Jadi Kendala Penerapan PeduliLindungi

Menurut gubernur, sektor pangan menjadi salah satu ancaman dari tiga ancaman krisis global selain sektor energi dan keuangan.

Maka dalam momentum Hari Pangan Sedunia , tanggal 16 Oktober 2022, ia mendorong berkembangnya food estate serta pekarangan pangan lestari demi menjaga ketahanan pangan.

Food estate atau lumbung pangan merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan sampai dengan peternakan di suatu kawasan.

Di Kabupaten Gresik, bisa dijadikan contoh oleh daerah lain untuk memulai pengembangan food estate. Di bawah pengelolaan PT Galasari Gunung Sejahtera, food estate tersebut dikembangkan mangga varietas malaba, gadung-21, arummanis dan garifta. (SPnews/Teguh LR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button